Sabtu, 2 Agustus 2014
Masuk Sistem?

KERAGAAN USAHATANI PADI SAWAH MELALUI PENDEKATAN SISTEM AGRIBISNIS DALAM BUDAYA KAMPUNG NAGA

oleh : MARLINA


Abstrak Indonesia :

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan usahatani padi sawah melalui pendekatan sistem agribisnis dalam budaya Kampung Naga. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan penetapan responden secara purposive terhadap 10 orang petani padi sawah dengan mengambil lokasi di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait serta beberapa literatur. Keragaan agribisnis usahatani padi sawah dan aspek finansial yang meliputi biaya pendapatan, penerimaan dan R-C ratio dianalisis secara deskriptif. Sistem agribisnis usahatani padi sawah yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga masih terikat oleh adat sehingga kelima subsistem yang ada tidak terlihat secara jelas. Hasil usahatani padi sawah pada umumnya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan beras keluarga. Kelembagaan ekonomi adat yang dapat mendukung kegiatan usahatani adalah lumbung padi. Sehingga Kampung Naga merupakan daerah yang termasuk ke dalam swasembada pangan. Proses usahatani padi masyarakat masih terikat oleh adat istiadat yang masih kuat, sehingga masyarakat beranggapan bahwa dengan percaya dan melaksanakan tradisi tersebut dapat meningkatkan hasil yang maksimal dan jarang terjadinya kegagalan panen. Meskipun masyarakat masih tetap mempertahankan kearifan lokal dan masih tetap memegang teguh tradisi dan budaya leluhur, tetapi dalam melaksanakan usahatani padi masih tetap layak untuk diusahakan dengan R-C yang diperoleh sebesar 1,39.


Katakunci : Sistem Usahatani, Sistem Agribisnis, Padi Sawah, Kampung Naga, Budaya, Pendapatan.



Abstrak Inggris :

The aim of this research is to find out the variation of the rice field agriculture through agribussiness system approach in the culture of Kampung Naga. This research uses the case methode and purposive respondent that consists of ten rice farmers. The location of this research was in the village of Kampung Naga the district of Salawu the regency of Tasikmalaya. The kind of data that are gathered in this research are the primary and secundary data. The technique of the collection of primary data is direct interview. And the technique of the collection of secundary data is gained from the office of agriculture and some relevant literatures. The variation of rice field agribussiness and the financial aspect, which is to discribe cost, profit and R-C ratio is analized in descriptive manner. The system of rice field agribussiness which are conducted by the people of Kampung Naga is still very traditional so that the five sub-system indicated are not visible. The yield that are gained from rice farming are mostly consumed by themselves, to fulfill the need of the family. The economic institution of the village that can support the activity of rice field agribusiness is “Lumbung Padi”. So it enables Kampung Naga to be self-suffient in rice production. The process of rice field agribusiness still involves the strong tradition so that the rice farmers believe that by embracing to the traditional beliefs and growing rice based on the tradition they can increse the yield and prevent them from the failure of the harvest. Even though the rice farmers of kampung Naga still preserves the local wisdom and hold to their old tradition but their rice field agribussiness still can be improved by the R-C ratio of 1,39.


Keywords : farming system, agribussiness system, Rice, Kampung Naga, culture, Income.


Full Article | Download

Copyright © 2012 Universitas Siliwangi | Tentang Situs | Peta Situs | Kredit

You're IPv4 54.80.180.41

UNSIL on