Kamis, 2 Oktober 2014
Masuk Sistem?

PENGARUH PERKEBUNAN TEH SAMBAWA TERHADAP LAHIRNYA PERKEBUNAN TEH RAKYAT DI DESA KERTANEGLA KECAMATAN BOJONGGAMBIR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 1909

oleh : AA JOHAR SYAPEI


Abstrak Indonesia :

AA JOHAR SYAPEI (2013). PENGARUH PERKEBUNAN TEH SAMBAWA TERHADAP LAHIRNYA PERKEBUNAN TEH RAKYAT DI DESA KERTANEGLA KECAMATAN BOJONGGAMBIR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 1909.Program Studi Pendidikan Sejarah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Siliwangi Tasikmalaya. Penulis skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang Pengaruh Perkebunan Teh Sambawa Terhadap lahirnya Perkebunan Teh Rakyat di Desa Kertanegla Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 1909. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode historis. Metode historis yang dimaksud adalah suatu proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman peninggalan masa lalu. Tahapan-tahapan metode ini meliputi, heuristik, kritik, interprestasi, dan historiografi. Tehnik penelitian yang di gunakan adalah studi literatur, yaitu dengan mengumpulkan data dan fakta yang bersumber dari berbagai literatur yang berkaitan, dan relevan dengan permasalahan. Sejarah perkembangan perkebunan teh di Tasikmalaya tidak dapat di pisahkan dari sejarah perkembangan kolonialisme, kapitalisme, dan moderisasi. Sistem perkebunan rakyat hadir sebagai perpanjangan tangan dari perkembangan kapitalis barat. Sebelum barat memperkenalkan sistem perkebunan, masyarakat agraris Indonesia telah mengenal sistem perkebunan. Perkebunan erat kaitannya dengan kolonialisme, dan modernisasi yang terjadi di tasikmalaya. Ekspansi kekuasaan kolonial, pada abad ke-19 merupakan gerakan kolonialisme yang paling berpengaruh terhadap perubahan politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan di Negara yang di jajah. Masuknya kekuasaan politik dan ekonomi barat telah mengakibatkan terjadinya proses transformasi struktural dari struktur politik dan ekonomi tradisional kearah struktur politik , dan ekonomi kolonial dan modern.


Katakunci : Perkebunan Teh Sambawa Tasikmalaya



Abstrak Inggris :

SAMBAWA TEA PLANTATION EFFECT ON THE PLANTATION VILLAGE THE BIRTH KERTANEGLA BOJONGGAMBIR DISTRICT-DRISCIT OF TASIKMALAYA 1909. The author of this thesis aims to find out about the Sambawa Tea Plantation Effect On The Plantation Village The Birth Kertanegla Bojonggambir District-Driscit Of Tasikmalaya 1909.The method used in this paper is the historical method. Historical method in question is a process to critically examine and analyze the recordings from the past. The steps of this method include, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Research techniques used are literature studies, by collecting data and facts are derived from the literature related, and relevant to the issue. Historical development of tea plantations in Tasikmalaya not be separated from the history of colonialism, capitalism, and moderisasi. Plantation system exists as an extension of the western capitalist development. Before introducing western plantation system, Indonesia has known the agricultural community of the plantation system. Plantations closely associated with colonialism and modernization that occurred in tasikmalaya. The expansion of colonial rule, in the 19th century was the most influential colonial movement against the political, economic, social, and cultural country in domination. The entry of Western economic and political power has led to a process of structural transformation of the political and economic structures toward traditional political structures, and the colonial and modern economy.


Keywords : Sambawa Tea Plantations Tasikmalaya


Copyright © 2012 Universitas Siliwangi | Tentang Situs | Peta Situs | Kredit

You're IPv4 54.82.231.87

UNSIL on